Masjid Raya Baiturrahman
Oleh: Dina Amanda
Di bawah langit Banda yang tenang dan teduh
Berdiri megah saksi bisu, penuh takzim dan rindu
Masjid Raya Baiturrahman, mercusuar iman yang abadi
Tempat bertumpunya air mata dan sujud para hamba sejati.
Ia berdiri kokoh di tengah deru zaman
Menghadang badai, merangkul kedamaian
Dindingnya putih, seputih niat yang tulus ikhlas
Pilar-pilar marmarnya menyimpan cerita yang takkan pernah lepas
Engkau adalah saksi bisu gelombang duka yang membiru
Saat bumi bergetar dan lautan menyapu
Namun di atas puing-puing yang berserak
Kubahlah yang pertama bangkit, menebar teduh dan peluk hangat yang serempak
Di bawah naungan payung raksasa yang megah
Gema takbir meredakan segala lelah
Baiturrahman, engkau bukan sekadar istana ibadah
Engkau adalah detak jantung Aceh, rumah bagi jiwa-jiwa yanglara
Tegaklah selalu,
oh pilar keteguhan hati
tetaplah jadi pelita di ujung barat negeri
Tempat di mana doa-doa dilangitkan tanpa henti,
Hingga waktu memanggil kita kembali