istockphoto-1463300605-1024x1024
Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman 

Oleh: Dina Amanda

Di bawah langit Banda yang tenang dan teduh

Berdiri megah saksi bisu, penuh takzim dan rindu

Masjid Raya Baiturrahman, mercusuar iman yang abadi

Tempat bertumpunya air mata dan sujud para hamba sejati.

Ia berdiri kokoh di tengah deru zaman

Menghadang badai, merangkul kedamaian

Dindingnya putih, seputih niat yang tulus ikhlas

Pilar-pilar marmarnya menyimpan cerita yang takkan pernah lepas

Engkau adalah saksi bisu gelombang duka yang membiru

Saat bumi bergetar dan lautan menyapu

Namun di atas puing-puing yang berserak

Kubahlah yang pertama bangkit, menebar teduh dan peluk hangat yang serempak

Di bawah naungan payung raksasa yang megah

Gema takbir meredakan segala lelah

Baiturrahman, engkau bukan sekadar istana ibadah

Engkau adalah detak jantung Aceh, rumah bagi jiwa-jiwa yanglara

Tegaklah selalu,

oh pilar keteguhan hati

tetaplah jadi pelita di ujung barat negeri

Tempat di mana doa-doa dilangitkan tanpa henti,

Hingga waktu memanggil kita kembali 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait